BAB II

TINJAUAN  PUSTAKA

A. AYAM BROILER

Ayam potong broiler merupakan ternak yang paling ekonomis bila dibandingkan dengan ternak lain,kelebihan yang dimiliki adalah kecepatan atau produksi daging dalam waktu yang relatif cepat  dan singkat atau sekitar 4-5 minggu produksi daging sudah dapat dipasarkan / dikonsumsi (Murtidjo, 2003).

Ayam potong Broiler adalah ayam yang muda jantan atau betina yang berumur dibawah 8 minggu dengan bobot tertentu ,pertumbuhan yang cepat timbunan daging yang baik dan banyak.(Raksyat 2004).

Sedangkan menurut siregar (2005) menyebutkan ayam broiler adalah ayam yang muda yang berumur 8 minggu,daging lembut,empuk,dan gurih dengan bobot hidup,berkisar antara 1,5,20 kg / ekor.

Pemeliharaan ayam broiler sifatnya cepat berproduksi dengan perputaran yang dapat diatur. Modal yang relative kecil dan dapat diusahakan lebih dekat dengan kunsumen. Dengan sarana prasarana sehingga tataniaga pemasaran dapat ditentukan seevesien mungkin (Abdullah 2003).

Ayam pedaging BRODING FARM menghasilkan bibit ayam yang bertujuan menghasilkan daging. Ayam yang dipelihara memliki kemampuan produksi daging setelah di pelihara selama 5-7 minggu. Ayam ini termasuk tipe besar dan mempunyai kemampuan bertelur lebih rendah dibandingkan dengan tipe petelur (Fadilah,Dkk 2007).

 

B.TATA LETAK KANDANG

Didalam pemilihan lokasi peternakan sebagai uasaha ternak ayam. Penerangan lokasi harus benar dan sesuai dengan kebenaran perumpamaan teori terhadap praktik yang ada dilapang. Hal pokok dalam teori yang baik yaitu cara pemilihan lokasi dan pemenuhan syaratnya. Dan dapat diprediksikan bahwa lokasi yang akan dibuat untuk berwirausaha mempunyai suatu gambaran yang baik dimasa depan sehingga gambaran tersebut dapat memungkinkan usaha ternak dapat mencapai kesuksesan yang diinginkan.

1.Lokasi peternakan

Lokasi kandang sebaiknya jauh dari keramaian,jauh dari pemukiman,jauh dari gangguan binatang liar dan diperlukan Suasana yang tenang dalam peternakan ayam pedaging. Lokasi peternakan yang jauh dari pemukiman penduduk dimaksudkan agar penduduk tidak mengganggu peternakan dan peternakan tdak mengganggu pemukiman (Rasyat 1993)

Menurut fadila (2007) lokasi peternakan yang baik yaitu harus jauh dari pemukiman penduduk dengan tujuan untuk menghindari konflik dengan lingkungan akibat dari polosi bau atau polusi debu. Serta ayam terhindar dari kontaminasi penyakit yang dibawa oleh manusia / binatang lainnya seperti ayam kampung,itik,wntok,anjing,kambing,sapi,dan kerbau.

2.Luas Lahan

Luas lahan sangat berpengaruh terhadap jumlah kandang atau luas kandang yang akan di bangun ,secara langsung akan berpengaruh terhadap skala usaha yang akan dijalankan ,serta pengembangan rencana pada waktu yang akan datang (Fadila 2006).

3.Topografi

Pembangunan kandang dipengaruh oleh keadaan topografi diareal yang akan dibangun kandang. Kandang yang akan dibangun didaerah yang bergelombang atau berbukit tentunya akan berbeda dengan kandang yang akan dibangun diatas lahan yang datar (Fadila 2006)

 

 

 

4.Sumber air

Menurut Fadila 2006 lokasi yang dipilih harus tersedia sumber air yang cukup. Terutama pada musim kemarau. Air merupakan kebutuhan mutlak untuk ayam.Karena kandungan air didalam tubuh ayam bisa mencapai 70% jumlah air yang di konsumsi ayam tergantung dari jenis ayam ,umur ,jenis kelamin ,berat badan ayam ,dan cuaca.

5.Ventilasi

Menurut Fadila 2006 kandang ayam harus bebas dari penghalang sehingga pergerakan udara menjadi bebas. Lokasi ini bisa terjadi jika lahan untuk kandang lebih tinggi di bandingkan dengan tanah disekitarnya permukaan tanah lapang ,dan jauh dari pohon besar.

6.Akses jalan,jartingan listrik,dan telepon

Menurut fadilah 2006. Akses jalan berperan penting dalam usaha beternak ayam karena banyak aktifitas yang berhubungan dengan transportasi ,seperti pengiriman bibit ayam ( DOC ),pakan,dan pengangkutan setelah pemanenan ayam. Jaringan listrik berfungsi menjalankan pompa air peralatan kantor dan kandang serta penerangan dan jaringan telepon berfungsi mempermudah komonikasi.

7.Dekat dengan pemasaran

Menurut Fadilah 2006, produksi butir dari usaha peternakan ayam adalah bibit ayam atau ayam hidup dengan berbagai ukuran dan kondisi,keuntungan lokasi usaha dekat dengan tempat pemasaran adalah terhindar dari resiko susut berat badan dan kematiaan yang tinggi ayam tiba dilokasi lebih segar ,biaya transportasi yang dikeluarkan lebih murah ,serta kedatanganya lebih awal.

8.Bahan bakun yang tersedia

Menurut Fadilah 2006, bahan baku yang tersedia berpengaruh penting pada bentuk kandang dan umur kekuatan kandang tersebut contohnya. Kandang yang terbuat dari bambu atau kayu. Tentunya akan berbeda kontroksi dan bentuknya dengan kandang yang dibuat dari besi.

9.Arah angin dan posisi sinar matahari

Di daearah yang selalu ada angin sepanjang hari, tentu akan berbeda bentuk kandangnya dibandingkan dengan daerah yang tidak ada anginnya sepanjang hari. Hal yang sama terjadi pada posisi arah matahari. Kandang yang harus di bangun harus menghadap timur ke barat. Supaya sinar matahari tidak masuk kedalam kandang sepanjang hari.(fadilah, 2006).

10.Bentuk dan konstruksi kandang (bangunan)

Menurut Fadilah 2006, banyak bentuk dan kontruksi kandang yang bisa dibangun. Tetapi semuanya harus didasarkan pada kegunaan dan rencana usaha yang akan dijalankan, bentuk kandang bedasarkan atapnya secara garis besar dibagi menjadi atap bermonitor (semi monitor,single monytor,double monitor). Serta tanpa monitor. Bentuk kandang berdasaran lantai yaitu ,kandang tipe lantai /floor tipe(lantai tipe, lantai slat ,serta kombinasi anatara slat dan liter )serta kandang yang menggunakan sangkar (cage type), semua bentuk kandang yang dibuat ditunjukan untuk ayam hidup nyaman dan aman dari lingkungan selain itu ayam dapat berproduksi secara optimal.

11.Lingkungan masyarakat

Lingkungan disekitar usaha peternakan ayam adalah salah satu factor terpenting dalam usaha dan menjadi jaminan kesuksesan usaha tersebut. Pendekatan terhadap lngkungan masyarakat sangat penting sehingga bisa mendukung usaha peternakan ayam dan memberikan izin memberikan usaha ayam yang baik. Untuk ayam pembibitan maupun ayam broiler komersial. Pemberian izin masyarakat di lingkungan calon lokasi peternakan merupakan awal dari proses perizinan berikutnya. (Fadila, 2006).

 

 

12.Keamanan

Tempat usaha ayam broiler harus aman dari segala bentuk gangguan baik gangguan krminal maupun gangguam keamanan lainnya. (Fadila, 2006).

 

13.Perizinan

Menurut Fadilah 2006, Setiap ayam broiler, baik pembibitan maupun komersial, harus memilki izin usaha, jenjang perizinan di tingkat pemerintah disesuaikan dengan skala usaha ayam tersebut. Tahapan proses perizinan dimulai dari surat persetujuan lingkungan masyarakat sekitar usaha rekomandasi dari desa. izin prinsip dari pemerintah kota / kabupaten izin mendirikan bangunan dan AMDAL. Surat izin usaha dan surat izin gangguan atau HO. Izin itu di ajukan kepada gubernur, wali kota, atau bupati di lokasi usaha ayam yang akan di bangun. Beberapa persyaratan yang harus di penuhi sebagai berikut :

1.Melampirka daftar isian formulir

2.Foto copy surat izin lokasi

3.Foto copy KTP permohonan

4.Nomor pokok wajib pajak perusahaan (NPWPP)

5.Foto copy akte pendirian bagi perusahaan yang bersetatus badan hukum

6.foto copy pajak bumi dan bangunan

7.Foto copy sertivat tanah. Atau bukti perolehan tanah

8.Rencana tata letak industri. Mesin atau peralatan dan perlengkapan lainnya yang telah   dietujui oleh pimpinan perusahaan

9.Surat persetujuan tetangga atau masyarakat yang berdekatan di ketahui RT atau RW setempat

10.Izin mendirikan bangunan atau izin penggunaan bangunanatau ketetapan tata ruang

14.Iklim

Menurut fadilah .DKK (2007), iklim berpengaruh besar terhadap tipe kandang yang akan dibangun, kandang untuk daerah panas cenderung dipilih tipe kandang panggung atau kandang tertutup (Close Hose) sementara itu di daerah sejuk cukup menggunakan kandang dengan lantai semen atau kandang postal.

1.  Kandang dengan ventilasi yang tidak bias di control (naturali ventilated hausing)

Kandang dengan ventilas yang tidak bias di kontrol adalah bentuk kandang yang dibuat tanpa sentuhan alat elektronk sehingga keadaan bentuk dalam kandang tergantung dari keadaan lingkungan diluar kandang bentuk ini disebut juga dengan bentuk kandang terbuka (open sihes hose) Fadila, 2006.

a.Bentuk kandang yang ventilasnya tdak bias di control

  • kandang panggung (Slat system )

Kandang panggung merupakan bentuk kandang yang paling banyak di bangun untuk mengatasi tempuran panas, kandang panggung cocok di bangun di daearah dataran rendah atau daearah bentara, kontruksi langkah kandang bisa di buat dari kayu, bambu atau kayu dolpi. Didaerah tertentu seperti cams dan sekitarnya. Kandang ayam panggung ini di bangun di atas kolam sehingga dikenal dengan istilah longgam (balang ayam)

Kelebihan kandang system panggung adalah sirkulasi udara berjalan lebh baik di bandingkan dengan sirkulasi udara di kandang system postal. Keadaan ini disebabkan udara kandang di bawah dan disamping kandang. Karena sirkulasi udara lebih baik maka pergerakan uadara di dalam kandang berjalan lancar. Akibatnya temperature dan dalam kandang lebih rendah dan ayam akan lebih nyaman.

 

 

 

 

 

Lantai kandang ayam panggung has berlubang atau system slat yang bisa di buat dari bambu atau kayu dengan jarak antara slat sekitar 2,5 cm. Hal in bertujuan agar ukuran bisa masuk dari selat-selat lantai, tnggi penumpang kandang (kaki kandang) berfariasi tergantung dari kondisi daeranya, namun di usahakan tinggi kaki kandang tersebut bisa membuat karyawan bergarak bebas ketika membersihkan kotoran pasca panen. Tinggi kaki kandang yang di sarankan 1,5-1,8m. lebar kandang sebaiknya tidak melebihi 7 m, dengan panjang 30-50 m. Atap kandang sebaiknya menggunakan monitor.

b.Cara lain mengatasi cuaca panas

  • Menanam pohon disekitar kandang

Menurut Fadilah 2007, menanam pohon di jarak 10 meter dari kandang menyebabkan udara lebih segar karena udara yang mengalir kedalam kandang lebih dahulu tersaring oleh pohon. Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap keadaan udara di dalam kandang, udara di dalam kandang menjadi lebih segar dan relative lebih dingin.

  • Menanam rumput atau tanaman pendek di sekitar kandang

Menurut Fadilah 2007, Tanaman ini berguna untuk menangkap panas yang di keluarkan oleh sinar matahari, dan panas tersebut langsung di serap oleh rumput, tidak di pantulkan lagi ke daerah bebas.

c. Program bioscurity (program santasi)

Program sanitasi atau bioscurity merupakan program yang di jalankan di suatu kawasan peternakan atau fram yang bertujuan untuk menjaga terjadinya perpindahan penyebab penyakt menular. Program sanitasi bisa dilakukan dengan cara menjaga kebershan, melakukan desinfilasi, melarang atau mencegah orang yang tidak di izinkan masuk ke fram. serta prosedur lainnya yang berhubungan dengan menejemen pemeliharaan. Fadilah 2007.

Program santasi atau bioscurity merupakan program yang di jalankan di sesuatu kawasan peternakan atau fram, yang bertujuan untuk menjaga terjadnya perpindahan penyakit yang menular.

Program bioscurty dapat di lakukan dengan beberapa tahap dan di berbagai tempat yang terbuka antara lain :

a.program sanitasi di pntu gerbang

Pintu gerbang suatu kawasan peternakan merupakan salah satu titik awal keberhasilan kawasan tersebut terhindar dari serangan penyakit. Pada pintu gerbang biasanya di pasang bangunan peralatan untuk proses sanitasi antara lain :

  • Peralatan spayer dan bak clup (dipping) dan untuk kendaraan program sanitasi lain yang bisa di lakukan di pintu gerbang adalah cara pengasapan (fooging) yang berisi baha desifeksan dengan alat jet fooping.
  • Ruang spayer, tempat mandi dan tempat ganti pakaan, tahap ini di gunakan untuk karyawan atau tamu yang akan masuk di kawasan peternakan, mereka di wajibkan melalui spayer (sower) yang di rancang khusus untuk orang yang akan masuk ke kawasan kandang, kemudian mandi dan ganti pakaian yang telah di sediakan.
  • Tempat parkir dan ruang tamu yang di bangun di luar kawasan peternakan untuk kendaraan dan orang yang tdak di izinkan masuk ke kawasan peternakan

b.Program sanitasi di sekitar kandang  kandang dan di dalam kandang

Program bioscurity yang harus di lakukan di sektar dan di dalam kandang sebagai berikut :

  • Melakukan penyemprotan disinfektan di dalam dan di sekitar kandang secara rutin (2-3 Hari sekali)
  • Memisahkan atau memusnakan ayam yang telah di ketahui mulai terserang penyakit.atau pembauan penyakit(caire)ke kandang karang tna
  • Membatasi karyawan, mobil, dan permindahan lalu larang karyawan antar kandang.
  • Membasahi hewan yang terkena penyakit dan memusnaka serangganya
    • Menghindari pemeliharaan ayam dengan umur yang beragam dalam satu flok
    • Menjaga kebersihan di sekiter andang beserta peralatan kandang yang di gunakan dalam produksi, termasuk tempat pakan dan tempat minum
    • Menjaga air dalam parit dan lubangan agar selalu mengalir
      • Menjaga liter dalam kandang selalu kering dan bersih dan tidak berdebu
      • Menjaga sirkulasi udara di dalam kandang dan tetap baik
        • Menanbah kaporit dalam air minum dalam dosis 3-5 ppm untuk menekan perkembangan argarisme yang adadi dalam air
        • Mengontrol penyakit yang ada di luar seperti kuta ,lalat ,nyamuk ,dan kumbang kecil. Banyak program pengontrolan penykit luar (external parasit control )yang bias di lakukan dengan menggunakan belerang (sulfur )dengan dosis 1 kg belerang untuk 20 m Luar kandang

 

Tabel A : Nama binatang pembawa penyakit

No Nama Binatang Penyakit yang di bawa
1 Kumbang kotoran Gumboro dan Mareks
2 Tunggu Runting dan Stating Syndom
3 Lalat Infeksi usus
4 Tikus Tipus ,Sanmollemosis ,Kolera
    dan rabies Np dan kolera
6 Burung Berbagai macam penyakit

 

c.Penanganan ayam mati dan kotoran ayam

Suatu hal yang sering di lupakan para peternak adalah manajemen penanganan ayam yang mati. Ayam yang mati di buang begitu saja ,padahal merupakan sumber penyakit dan pencemaran. Berikut ini merupakan beberapa cara penanganan ayam mati antara lain.

  • Di bakar merupakan cara yang di sarankan karena penyebaran penyakit bisa di mengdari dan baunya bisa di manfaatkan untuk pupuk. Membakar ayam bisa menggunakan kayu bakar ,sekam atau alat pembakar (Insenerator)
  • Di tanam dalam tanah merupakan cara yang paling banyak di gunakan pelaksanaannya Harus memperhatikan kedalam lubang dan harus jauh dari sumber air. Kelemahan cara ini adalah jika lubang tanamannya kurang dalam bisa menjadi sumber penykit dan mencemarkan bau selain itu juga bisa mencemari air minum dan bangkai ayam bisa di bawa oleh binatang seperti anjing.
  • Di proses untuk bahan pakan ternak. Diperusahaan skala besar ada bagian khusus yang menangani ayam mati. Ayam mati akan diproses menjadi pakan ternak (animal feed) dan dijadikan salah satu protein. (fadilah dkk, 2007)
  1. A. PEMELIHARAAN MASA AWAL (Stater)

Dalam pemeliharaan ayam broiler di kenal dua masa pemeliharaan.

  1. masa pemeliharaan awaal (stater). Ini merupakan masa dimana anak ayam broiler itu sudah kuat untuk hidup layak. Yaitu dimulai sejak DOC di terims sampai berumur empat minggu.
  2. Masa pemeliharaan ahir, (finisher). Ini merupakan saat terakhir ke hidupan ayam broiler. Pada priode inilah ayam broiler siap dijual masa ahkir ini bila umur anak ayam lebih dari 4 minggu. (Rasat, 1993)

Menurut fadilah, 2007. pemeliharaan priode stater disebut juga dengan priode pemanasan (brooding priode). Pada prinsipnya pemeliharaan ayam broiler pada priode pemanasan, di mulai sejak DOC diterima sampai berumur 3-4 minggu.priode pemanasan sangat  penting karena pada priode inbi terjadi perkembangan fisiologis yang menentukan keberhasilan usaha pemeliharaan ayam, yaitu priode pembentukan system kekebalan tubuh, pembentukan tubuh.

  1. 1. Persiapan kandang

Menurut fadlillah 2007, merupakan pekerja awal dari semua kegiatan usaha budi daya ternak yang menjadi salah satu kunci sukses usaha ayam broiler. Persiapan kandang dilakukan melalui 2 tahap yaitu :

  1. a. Mencuci dan dan menseterilkan kandang

Adapun langkah-langkah yang harus dikerjakan sebelum DOC diterima dan di pelihara yaitu :

  • Mrapikan dan memisahkan peralatan sesuai dengan fungsinya. Selanjutnya semua peralatan di besihkan dan di cuci dengan air kecuali alat pemanas cukup dilap dengan kain basah.
  • Membersihkan semua kotoran dan barang yang tidak di pakai yang ada di dalam kandang serta lantai di sapu sampai bersih dan menutup tirai.
  • Mencuci kandang dengan spereyer tekanan tinggi, mulai kandang bagian atas, dinding dan layer, hingga lantai. Proses pencucian kandang bisa dilakukan dengan menambah deterjen dengan perbandingan 1kg deterjn untuk 1000 L air.
  • Melakukan sterilisasi menggunakan desinfektan. Seterilisasi ii dilakukan keseluruh bagian kandang dan lingkungan sekitar kandang.
  • Melakukan pengapuran menggunakan kapur tohor atau kapur pertanian kebagian lantai dalam.dan sekeliling luas kandang dosis kapur tohoir yang dipakai 0,2-0,5 kg.
  • Membiarkan kandang selama 2 -3 hari hingga bagian dalam dan sekitarnya kering selama tenggang waktu tersebut. Sebaiknya tidak ada orang yang keluar masuk kandang. Penyemprotan dengan dosinfektan dilakukan 1-2 hari sebelum DOC datang dengan jenis desinfektan yang berbeda dari sebelumnya.
  • Penaburan sekam dengan ketebalan sekitar 10 cm. sebelum dipakai, sekam harus di fumigasi menggunakan formalin dan pk dengan perbandinga 2,1 (40 ml formalin : 20 gr pk untuk ruang seluas 2,8 m³) dosis yang dipakai biasanya 2-3 kali lipat dari dosis standart tersebut.sekam yang di tabor harus baru, serta bebas dari kotoran, sampah, dan jamur.
  1. b. Mempersiapkan pemanas dan lingkungan
    1. 1. Memasang lingkaran pelindung atau chick guard

lingkaran pelindung bisa terbuat dari seng, layer, karung triplek atau box bekas DOC. Namun, pelindung yang paling bagus terbuat dari seng. Lingkaran pelindung di buat dengan tinggi 45-50 cm dan diameter 2,75-4 m. diameter yang akan dibuat berdasarkan kapasitas pemanas (brooder) dan jumlah DOC.

  1. 2. Memasang tempat pakan dan tempat minum DOC

Tempat pakan yang dibutuhkan tergantung dari jumlah populasi DOC. Untuk setiap lingkaran pelindung satu tempat pakan digunakan oleh 1000 ekor DOC. tempat pakan secara berselang seling dengan tempat minum.

  1. 3. Meletakkan alat pemanas

Alat pemanas berupa gasolek dipasang pada ketinggian 110-125 cm. panas yang dihasilkan oleh bias diatur menggunakan regulator yang ada ditabung gas. Pemakaian gasolek memiliki kelebihan, yaitu panas yang merata, stabil, dan tidak terpengaruh angina. Panas yang dikeluarkan berupa sinar merah (anfral red) dan tidak berpolusi (tidak berasap).

Jika menggunakan semawar, pemanas diletakkan 50-75 cm diatas skam. Panas bias diatur dengan cara mengubah posisi minyak tanah. Tempat minyak tanah diletakkan lebih tinggi dari pada semawar. Semakin tinggi tempat minyak tanah panas yang dihasilkan semakin besar.

  1. 4. Mempersiapkan kebutuhan energi

Sumber energi berupa gas LPG, listrik atau, minyak tanah tergantung pada jenis alat yang digunakan. Sumber energi ini harus di siapkan untuk memenuhi kebutuhan selama pemeliharaan masa awal (stater).

  1. 5. Memasang tirai

Di kandang terbuka, hampir semua dinding kandan di pasang tirai atau layer, kecuali seperempat bagian atasnya (20-30 cm) seperempat bagiannya  tersebut tetap terbuka dikandang tertutup, semua bagian dinding dan atap kandang harus tertutup rapat, kecuali bagian inlet.

  1. B. KEGIATAN SELAMA PRIODE STATER

Perioda ini merupakan masa paling keritis dalam siklus kehidupan karena DOC mengalami proses adaptasi dengan lingkungan baru. Periode ini juga merupakan masa proses pembentukan kekebalan tubuh dan masa awal pertumbuhan semua organ tubuh. Berikut ini beberapa kagiatan yang perlu dilakukan  pda perioda pemanasan sebagai berikut :

  1. a. Menyalakn pemanas

Pemanas sebaiknya dinyalakn satu hari sebelum DOC datang. Tujuannya agar suhu di sekitar lingkungan sudah hangat dan merata. Thermometer yang diperlukan DOC menggunakan thermometer yang diletakkan sekitar 5 cm diatas permukaan sekam.

Table : keperluan temperature selama brooding

 

 

 

  1. b. Mengontrol temperature kandang

Menentukan temperature kandang yang ideal bias dilakukan dengan cara memperhatikan beberapa tingkah laku DOC sebagai berikut :

  • DOC menjauh dari pemanas, berarti temperature terlalu panas
  • DOC mendekati pemanas, berarti temperature terlalu dingin
  • DOC aktif dan menyebar, berarti temperature ideal
  • DOC berada dalam satu sisi dan bergerombol, ada hembusan angina yang masuk dari satu arah
  1. c. Menyiapkan air minum

Tempat minum diisi air dengan gula aren dengan tekanan 50-80 gr gula aren perliter air untuk 6-8 jam pertama. Pemberian air gula ini di maksudkan agar DOC bias memperoleh energi dengasn cepat. Selain gula aren, air minum untuk DOC yang baru datang bias ditambah surbifol dengan dosis 2 cc perliter air atau biogrin dengan dosis 1 cc perliter air.

  1. d. Memeriksa kualitas dan kuantitas DOC

Kegiatan pertama yang harus dilakukan ketika DOC datang adalah memperhatikan dan memeriksa keadaan DOC secara keseluruhan. Baik kualitas maupun kuatitasnya. Beberapa cirri DOC yang berkualitas sebagai berikut :

  • Bebas dari penyakit terutama pollorum omphalitis dan jamur
  • Kakinya besar dan basah seperti berminyak
  • Bulu cerah dan penuh
  • Pantatnya tidak kotor atau terdapat pantat putih
  • Berat tidak kurang dari 37 gram breeder

Setelah di periksa, DOC harus segera di letakkan di pemanas. Selanjutnya DOC di ajari cara minum dengan cara mengetuk-ngetuk tempat minum dan pekerja harus memastikan semua DOC bias minum.

  1. e. Memberi pakan DOC

Memberikan pakan untuk pertama kalinya di lakukan 3-4 jam setelah DOC minum. Pemberian pakan di berikan sesering mungkin minimum 5 kali sehari. Pakan yang di berikan berupa jenis stater dengan kandungan protein 19-21%. Konsumsi protein tersebut bermanfaat untuk meningkatkan system  kekebalan  tubuh dan liter (anyi boyi) yang baik terhadap vaksinasi.

 

  1. f. Memberi air minum yang cukup

Air harus tersedia cukup sepanjang waktu karena kandungan air di dalam tubuh ayam lebih dari 70%. Dengan banyak mengkonsumsi air persentase kandundungan air dalam tubuh ayam dan temperature tubuh ayam akan konstan. Apabila ayam terlalu lama tidak minum maka bias mengakibatkan stress dan dehidrasi bahkan menyebabkan kematian.

  1. g. Mengontrol keadaan sekam

Sekam harus di control setiap hari dan selalu di jaga agar selalu kering. Sekam yang nengumpul harus di buang dan diganti dengan yang baru.

  1. h. Mengontrol lingkaran pelindung

Lingkaran pelindung di perlebar setelah tiga hari pertama untuk menambah luas lantai (floor space) bagi DOC. Pelebaran lingkaran pelindung harus di ulang setiap 2 hari sekali sekitar 0,3-0,5 m. setiap pelebaran harus di imbangi dengan tempat pakan dan tempat minum.

  1. i. Mengatur sirkulasi dalam kandang

Mengatur surkulasi terutama untuk kandang terbuka. Di lakukan setelah 2-3 hari masa brooding (tergantung pada kondisi udara di dalam kandang). Mengatur sirkulasi udara di lakukan dengan cara membuka layer bagian atas 10-25 cm. bias juga membuka  layer  bagian atas ke bawah, pada minggu pertama sekitar € bagian, minggu ke dua ’ bagian dan minggu ke tiga semuanyan.

Di kandang tertutup, sejak hari pertama kipas harus sudah di nyalakan minimum satu buah. Penambahan jumlah kipas di nyalakan tergantung pada kondisi temperature lingkungan.

  1. j. Mengatur penerangan

Banyak program penerangan yang bias di amplikasikan, tetapi umumnya program penerangan yang di lakukan hampir seharian (malam hari di nyalakan). Program yang di hasilkan oleh performer terbaik adalah lama penerangan diatur sesuai umur ayam.

  1. Mengganti tempat makan dan tempat minum

Feeder chick tray mulai dig anti dengan tempat pakan gantung kapasitas 5 kg secara bertahap yaitu, sekitar 25% sejak ayam berumur 5-10 hari diganti sebanyak 50%. Dan pada hari ke 18-21 di ganti seluruhnya (100%). Hal yang sama di lakukan dengan tempat minum.

  1. C. PROGRAM VAKSINASI

Program vaksinasi merupakan salah satu cara yang di gunakan untuk mmecegah timbulnya penyakit di suatu peternakan ayam. Suatu program vaksinasi di buat berdasarkan sejarah penyakit di peternakan tersebut atau di sekitarnya. Program vaksi meliputi beberpa hal sebagai berikut :

  1. a. Tipe vaksin
  2. 1. vaksin virus hidup (life virus vaccine)

Virus vaksin hidup memiliki kemampuan untuk menghasilkan kekebal tubuh terhadap suatu penyakit sehingga menangkal penyakit yang menyerang tubuh.

  1. 2. Vaksin yang di lemahkan (attenuated vaccine)

Vaksin ini di buat untuk melemahkan organisme aktif, sehingga ketika di berikan pada ayam akan menghasilkan kekebalan tubuh terhadap nsutu penyakit dalam betuk yang lebih ringan.

  1. 3. vaksin yang di matikan (killet vaccine)

Organisme yang di gunakan untuk menghasilkan vaksin yang telah di matikan dan tidak memiliki kemampuan untuk menularkan penyakit pada ayam. Namun, memiliki kemampuan untuk memproduksi anty body ketika vaksin di gunakan.

  1. b. Cara melaksanakan vaksin
  2. Tetes mata (intra ocular)
  3. Tetes hidung (intra nasal)
  4. Melalui mulut atau cekok (oral)
  5. Suntik daging (intra muscular)
  6. Suntik bawah kilit (subcutaneous)
  7. Melalui air minum (drinking water)
  8. Penyemprotan (spray)
  9. Tusuk jarum (wing web)
  10. Melalui pakan (feeding)
    1. c. Beberapa factor yang perlu di perhatikan ketika melakukan vaksin
    2. 1. Kondisi ayam
  • Ayam harus sehat
  • Ketika melakukan vaksinasi ayam harus ndi berlakukan secara hati-hati agar terhindar dari stress fisik nerlebihan.
  • Pelaksanaan vaksinasi harus sesuai dengan rekomendasi.
  1. 2. jadwal vaksinasi
  • Mengetahi waktu penyakit bias menyerang, sehingga vaksinasi di lakukan sebelum penyakit tersebut menyerang.
  • Jenis vaksin yang akan di gunakan
  • Umur ayam yang akan di vaksin.
  • Tanggal perencanaan pelaksanaan vaksin
  1. 3. Laporan kegiatan vaksinasi
  • Tanggal pelaksanaan vaksin harus di catat sebagai bahan untuk mengontrol hasil vaksinasi dan administrasi.
  • Nama perusahaan dan sumber sari vaksin di catat untuk memudahkan control dan komplain ketika ada masalah dengan vaksin.
  • Nama pelaksana vaksinasi harus di catat karena kegagalan vaksinasi juga bias di sebabkan kesalahan pelaksana.
  1. d. Menghindari yang bias mematikan vaksin
  • Sinar matahari langsung
  • Panas yang di timbulkan oleh rokok
  • Deterger dan desinfektan
  • Pencampuran vaksin dikocok dengan secara keras
  • Pelaksana vaksinasi tidak sesuai dengan prosedur
  • Penyimpanan
  1. e. Perlakuan pasca panen
  • Memberikan vitamin selama 3-5 hari , tergantung dari kondisi ayam.
  • Memusnakan bekas vitamin, botol bekas vaksin lainnya di rebus atau di bakar.

Umur(hari) Jenis Vaksin Dosis Aplikasi Keterangan
4

 

9-12

18-23

 

 

 

 

21

35

ND killed

ND live

IBD live

IBD live

 

 

 

 

ND live

ND live

 

0,5 Ds (normal)

Normal

Normal

Normal

 

 

 

 

Normal

Normal

 

Subcutan

Tetes mata

Ai r minum

Ai r minum

 

 

 

 

Ai r minum

Ai r minum

 

 

 

 

 

Jika diperlukan, dilakukan untuk daerah yang serangan IBDnya ganas

 

Jika ayam besar dipanen

 

D.  PEMELIHARAAN MASA AKHIR (FINISHER)

a.   Manajemen pemeliharaan masa akhir

Pada prinsipnya manajemen pemeliharaan masa akhir, secara keseluruhan sama dengan manajemen pemeliharaan masa awal. Namun yang membedakan  dalam manajemen pameliharaan masa akhir dan masa awal adalah pada manajemen pemberian pakan, dan pada waktu pemberiannya pakan yang di berikan. Serta pada manajemen masa akhir kita harus mengotrol temperature dalam kandang, dikarenakan pada priode finisher bulu ayam sudah mulai tebal dan aktifitas metabolisme semakin tinggi.

Pemberian pakan pada priode finisher adalah menggunakan pakan priode finisher. Pemberian pakan pada priode ini di anjurkan 2 kali sehari pada waktu pagi dan sore. Fadilah 2007.

Menurut rasyat 1993, manajemen masa akhir merupakan suatu kesatuan utuh dengan manajemen produksi di peternakan itu. Manajemen pemeliharaan masa akhir ini berhubungan pula dengan manajemen masa awal. Perbedaannya pada sasaran produksi karena standart produksi di masa akhir juga berbeda dengan masa awal.

Pada masa akhir, terutama pada minggu ke-3 dan ke-4 ., serangan coccidiosis, snot dan CRD hampir pasti terjadi sehingga di butuhkan pengawasan dan pengendalian yang libih ketat. Konsumsi ransum harus selalu dideteksi. Apabila mulai menurun maka kecurigaan awal harus di pasang dan segera di lakukan pengawasan. Kasus tiga penyakit itu pasti terjadi akibat cekaman panas tropis yang menyebabkan ayam banyak minum dan makan. Oleh karena itu, banyak peternakan  ayam broiler banyak yang memasang lampu pada malam hari agar ayam dapat makan di kala hari sedang sejuk sehingga kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi dan keseimbangan tubuh tetap terjaga.

b.   Priode panen

Beberapa hal yang perlu di perhatikan pada priode panen adalah sebagai berikut :

  1. 1. sebelum panen
  • Membuat jadwal kandang yang akan di panen sesuai dengan ukuran berat ayam dan kandang, serta mempersiapkan tim penangkapan sesuai kebutuan.
  • Mempersiapkan peralatan seperti : timbangan, alat tulis, surat jalan, Nota timbangan, tali rafia, keranjang ayam dan lampu senter.
  • Pemberian pakan untuk ayam yang akan di panen harus di kurangi agar sisa pakan tidak terlalu banyak ketika ayam di panen. Ayam lebih baik tidak di beri pakan (di puasakan) selama 4-6 jam sebelum di tangkap. Tuanya untuk menghindari tembolok penuh dengan pakan sehingga berat ayam mejadi tidak nyata. Namun air minum harus tetap tersedia.
  • Membuat laporan stok ayam beserta ukurannya.
  1. 2. ketika panen

Aktifitas panen biasanya di lakukan pada malam hari atau pagi hari. Namun ada juga pasar yang meminta ayam di tangkap pada sing hari atau pagi hari. Beberapa kegiatan yang di lakukan ketika panen adalah sebagai berikut :

  • mengngtung tempat pakan dan tempat minum
  • menangkap ayam harus di lakukan dengan hati-hati
  • penyekatan ayam yang akan di tangkap di lakukan secara bertahap
  • nenimbang ayam yang akan di tangkap
  • memasukkan ayam yang akan di timbang ke dalam kernjang
  • mectat hasil penimbangan dan jumlah ayam yang akan di tangkap
  1. 3. pasca panen

Kegiatan yang di lakukan ketika pasca panen adaalah mengumpulkan semua peralatan dan membersihkannya. Selanjutnya menimbang pakan yang tersisa dan mencatatnya. Menghitung total ayam dan berat ayam yang di jual. Terakhir, melakuakan avaluasi perhitungan persentasi prodksi ayam.

Beberapa parameter yang bias di pakai oleh peternak ayam broiler sebagai berikut :

  1. Presentase kematian (persen deplesi)

Presentasi kematian = (jumlah total ayam – Jumlah total ayam di jual)*100

jumlah totol ayam

  1. Rata-rata barat ayam

Rata-rata berat ayam di jual = Total berat ayam di jual

Jumlah total ayam di jual

 

  1. Konfersi pakan (feed cofertion atau FCR)

FCR = (Total kg pakan yang di berikan-total kg pakan sisa)

Total kg ayam di jual

4.    Rrata-rata umur panen

Rataan umur panen=Totol Jmlh dari (umur panen(hari)*Jmlh ayam dijual)

Total ayam dijual

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1V

PELAKSANAAN PRAKERIN

A.WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

a.Waktu pelaksanaan

Pelaksanaan prakerin kerja industri yang kami laksanakan pada semester genap kalas XI tahun pelajaran 2010-2011 yaitu di laksanakan mulai tanggal 21 maret 2010 sampai 30 mei 2010.

b.Tempat pelaksanaan

Tempat pelakasanaan prakerin yang ami laksanakan di Fram P.T Ciong mas Adi Satwa Tempeh Lor terletak di desa tempeh lor kecamat tempeh kabuoaten Lumajang.

B. PROSES PRODUKSI

Ada beberapa proses pemeliharaan ayam broiler dilakukan dengan cara :

v  Pemberian pakan yang harus selalu terjaga setiap hari

v  Ketersediaan air minum disertai dengan pemberian vitamin dan obat – obatab untuk menjaga bobot dan kesehatan pada ayam.

Sedangkan cara untuk mengatasi tumbuhnya sumber bibit penyakit yaitu :

v   Petugas peternakan harus menyediakan semprotan yang sudah di campur     dengan agrisid setiap pintu mau masuk kandang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.ALAT DAN BAHAN

Adapun alat dan bahan yang di perlukan sebagai pelengkap keprluan sehari – har guna mendukung kesuksesan priode yang di laksanakan sebagai beri

Tabel B : alat – alat yang di gunakan di P.T CIOMAS ADI SATWA di  Tempeh Lor.

Sedangkan bahan yang digunakan di Fram dI PT CIOMAS ADI SATWA di Tempeh Lor adalah sebagai berikut :

Tabel C : Beberapa bahan serta fungsi dalam pemelharaan ayam bloiler

2.MEKANISME KERJA

Adapun mekanisme kerja yang diterapkan di PT Ciong Mas Adi Satwa tempeh lor adalah sebagai berikut :

a.PERSIAPAN KANDANG

v    Cuci kandang

v  Penyemprotan menggunakan Desinfektan

v    Menyapu bagian – bagian kandang

v  Penyemprotan lagi menggunakan Insektisida

v  Masa istirahat kandang

v  Menaburkan kapur di seluruh bagian kandang

b.Persiapan DOC datang

v  Memasang amparan

v  Penaburan sekam dan pemasangan Koran

v  Memasang peralatan kandang seperti :

  • Penampung air
  • Chigward
  • Brooder dan semawar
  • Tempat pakan dan tempat minum

 

c. kedatangan DOC

v  Menyalakan pemanas

v  Menyiapkan air gula

v  Menaburkan pakan di atas kandang

v  Memasang fider trai

d. management atau tata laksana pemeliharaan

v  Pemberian pakan dan minum

v  Pemberian vitamin obat – obatan dan vaksin

v  Pemberian kipas angina pada fase finisher

v  Bioscurity

v  Program pemeliharaan harian ayam

v  Ventilasi kandang dan tirai

v  Penerangan

e. tata laksana pemanenan

v  Penangkapan ayam

v  Penimbangan

v  Pengangkutan

3. Kesekamatan kerja

Kseslamatan kerja juga perlu diperhatikan karena kalau tidak diperhatikan akan mengakibatkan fatal bagi pekerja dan produk yang di pelihara

Sedangkan kesewlamatan kerja yang dilakukan di farm PT Ciong Mas Adi Satwa Di Tepeh Lor adalah sebagai berikut :

1.mengindentifikasi terkenanya aliran listrik pada kabel kipas Yang berada dalam kandang maka dilakukan dengan cara menymbung kabel kipas dengan kabel aliran lain dengan cara dibungkus dengan solasi supaya tidak terkena pada karyawan yang sedang melakukan kegiatan.

2.pekerja juga harus menggunakan peralatan pengaman seperti: masker, sarung tangan untuk menghindari hal-hal yang merugikan bagi dirinyadan perusahaan seperti kegiatan penyemprotan ayam,kandang dan sekitar kandang.

3.Mengidentifikasi jatuhnya karyawan kandang dari tangga ketika mengangkutn pakan dari gudang kedalam kandang maka dilakukan dengan cara memperkuat tangga supaya terjaga keselamatannya.

4.Mengidentifikasi kebakaran yang disebabkan oleh brooder maka dengan cara menaruh seng yang berbentuk lingkaran yang agak lebar dari semawar.

C. Produk dan jasa yang di hasilkan

Produk yang dihasilkan di Farm PT. CIOMAS ADi SATWA di TEMPEH LOR adalah daging. Produk jasa ini dilakukan dengan cara paska perdagangan yang di ambil se4cara bertahap dengan bobot yang diinginkan oleh pihak pedagang. Produk sampingannya adalah pupuk dari feses ayam tetapi tidak masuk pada imput perusahaan melainkan di berikan pada karyawan sebagai kerja tambahan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PEMBAHASAN

A.BIOSCURITY

1.Bioscurity Conceptual

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah antara lain :

a.Lokasi peternakan yang dekat engan pemukiman penduduk sehingga hewan piaraan penduduk dan warga penduduk masuk ke lokasi kandang.

b.Tanah di lokasi peternakan yang terlalu becek sehingga ketika ada mobil pakan ,panen ,masuk ke lokasi kandang mobil tersebut banyak yang macet

c. lokasi peternakan yang dekat dengan perkebunan dan peternakan sehingga banyakm hewan liar ( burung ,serangga ,tiokus ,dll ) masuk kelokasi peternakan

d.Lokasi peternakan yang terlalu jauh dari jalan raya sehingga ketiaka mobil pakan dan panen yang menuju ke lokasi kandang banyak yang tersesat

v  Penanganan

Sedangkan penanganan yang harusn dilakukan antara lain :

a.Lokasi peternakan harus jauh dari pemukiman penduduk supaya hewan piaraan penduduk ( ayam kampong , domba ) dan warga penduduk tidak mengganggu lokasi peternakan .

b. memilih lokasi yang tidak terlaalu becek untk peternakan supaya alat tranportasi seperti mobil pakan,panen sekam,DOC, ketika masuk lokasi kandang tidak mengalami gangguian

c. Lokasi petrnbakan harus jauh dari pekerbunan dan pertanian. Supaya hewan liar (serangga,burung,tikus )tidak masuk lokasi peternakan.

d. lokasi peternakan diuasahakan tidak terlalu jauh dan tidak terlalu dekat dengan peternakan supaya tidak ada masalah didalam pengangkutan pakan dan panen dan tidak ada masalah untuk ketenangan DOC

v  Pembahasan

Dalam memilih lokasi peternakan sebagai usaha beternak ayam broiler. Penentuan lokasi harus benar dan sesuai dengan kebenaran penerapan teori terhadap praktet yang ada di lapang,hal pokok dalam teori yang baik yaitu cara pemilihan lokasi yang akan di bnuat untuk berwira usaha suatu gambaran yang baik dimasa depan sehingga gambaran tersebut dapat memungkinkan usaha peternak dan dapat mencapai kesuksesan yang di inginkan

Lokasi peternakan sebaiknya jauh dari keramaian,jauh dari lokasi perumahan dan diperlukan suasana yang tenang dalam peternakan ayam pedaging. Lokasi peternakan yang jauh dari lokasi pemukiman pendudk. Agar penduduk tidak menggu peternakan dan peternakan tidak mengganggu  pemukiman penduduk

Lokasi peternakan harus jauh dari pemukiman penduduk tujuannya adalah menghindari konflik dengan lingkungan sekitar akibatnya dari polosi bau / debu. Sehinggga ayam terhindar dari kontaminasi penyakit yang di bawa oleh manusia atau binatang lainnya seperti ayam kampung,itik,anjing,sapi.

2.Bioscurity Struktural

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi di PT> Cio Mas Adi Satwa Temapeh Lor antara lain

a.Pagar sebagai pengaman yang kurang evisien artinya banyaknya pagar – pagar yang bolong sehingga hewan liar seperti ayam kampong,domba masuk begitu saja di areaq kandang. Dikarenakan pagar terbuat dari jarring sehingga mudah robek.

b.Atap kandang banyak yang bocor sehingga apabila hujan ayam di dalam kandang kedinginan

 

c.tidak danya pelindung dibawah atap sehingga apabila hujan air langsung jatuh kedalam kandang

d.tidak menyediakan kamar pengganti pakaian khusus pakaian atau menejer farm apabila ingin masuk kedalam kandang

v  Penanganan

a.membenahi pagar yang kurang evesien supaya tidak ada gangguan dari hewan luar (ayam kampong,domba,) yang masuk ke areq kandang

b.memperbaiki atp yang bocor supaya tidak terjadi lagi kebocoran apabila waktu hujan

c.memberi pelindung di bawa atap semacam terpal supaya ketiaka waktu hujan airnya tidak langsung masuk ke kandang

d.mernyediakan kamr ganti pakaian khusus karyawan atau meneger farm apabila ingin masuk ke dalam kandang

v  Pembahasan

Pagar merupakan bagian bioscuritynyang paling penting yang bertujuan unyuk melindungi area kandang dari derbagai macam gangguan seperti hewqn liar (sapi,domba,ayam kampong,itik dan lain – lain ),manusia dan penularan penyakit yang masuk begitu saja ke are kandang.

Atap merupakan bagian kandang yang berperan langsung terhadap cuacah luar seperti terik matahari dan hujan. Di daerah tropis pemimihan bentuk dan atap kandang menjadi sangat penting untuk di perhatikan karena akan menentukan lingkungan internal kandang terutama suhu dan kelembaban serta pencahayaan dari banyaknya pilihan bahan atap,welit pilihan terbaik diliahat dari segi loaksi kekuatan welit sangat cepat rusak dan dalam kemampuan dalam menahan panas matarai sangat baik.

3.Bioscuriry operasional

v  Permasalahan

Adapun prmasalahan yang terjadi di PT Ciomas Adi Satwa di Tempeh Lor adalah antara lain :

a.Kurang disiplinnya pada diri seseorang artinya apabila tamu masuk kekewasan peternakan tidak dilakukan penyemprotan / senitasi dulu

b.Tidak adanya petugas bioscurity pada tempat penyemprotan / sanitasi,sehingga tamu,karyawan dan mobil yang masuk ke area kandang seperti mobil pengangkut pakan,sekam,DOC,panen dan sekitar penduduk warga masuk begitu saja

c.Masuknya hewan liar kedalam kandang (tikus,ayam kampong,domba )sehingga membayakan ternak dikarenakan pagar yang kurang baik

d.Mudahnya hewan liar masuk kedalam kandang seprti ( burung,serangga) dikarenakan tidak adanya sekat yang tinggi disisi kandang

e.Apabila karyawan masuk ataupun keluar dari kandang memekai sandal yang sama dam tidak ada penanganan khusus dalam kandang dan luar kandang.

f.Apabila ada serangan penyakit yang menyerang kandang selatan,maka ayam yang berada di kandang utara juga terkena penyakit,dikarenakan arahn angina berhembus dari selatan ke utara sehingga penyakit yang berada kandang sealatan terbawa oleh angina kekandang utara

v  Penanganan

a.Memberi wawasan kepada karyawan agar selalu di siplin melakukan sanitasi dipintu gerbang apabila masuk kawasan peternakan dan melarang tamu masuk dikawasan peternakan apabila tidak melakukan sanitasi terlebih dahulu.

b.Meberi petugas bioscdurity pada pintu gerbang sehingga selalu menjaga pada setiap keluar masuknya karyawan dan tamu

c.Mengganti pagar yang kurang baik supaya tidak ada hewan liar yang masuk ke area kandang

d.Membuat start yang lebih tinggi disis kandang suapaya tidak ada hewan liar yang masuk kedalam kandang yang membawa penyakit.

e.Menyediakan kamar ganti pakaian khusus karyawan,tamu dan meneger farmapabila ingin masuk kesalam kandang yang bertujuan untuk menghindari kontaminasi penyakit dari luar kandang yang masuk kedalam kandang.

f.Segara memusnakan atau mebakar ayam yang dikatahui yang diserang penyakit agar tidak menular pada ayam yang lain

v  Pebahasan

Program bioscurity merupakan program yang dijalankan oleh p[eternak dengan memperhatikan beberapa aspek / berbagai macam tujuan untuk melindungi ternaknya dari serangan penyakit kesalahan procedural dan kesalahan tata letak usaha guna mendapatkan produktifitas yang tinggi dari usaha produktifitasn tersebut

B.KONSEP DAN POLA PERKANDANGAN

1.Letak kandang

v  Permasalahan

1.Terdapat kebocoran yang banyak pada atap kandang dikarenakan bangunannya sudah cukup lama

2.Trebatasanya kipasa angin ketiak ayam menjelang priode finisher sampai panen.Sehingga banyak ayam yang kurang akan oksigen atau uadr yang bersih

3.le4tak kandang yang berada di dekat pemukiman penduduk sehingga sampah – sampah yang di buang oleh warga penduduk asapnya masuk kelokasi kandang

v  Penanganan

1.Merenovasi kandang saat akan menjelang priode yang akan dating untuk mengatasim atap yang bocor ketika terjadi hujan yang lebat supaya tidak membahayakan ternak dan bias mengurangi bau amoniak tinggi atau akibat atap yang bocor

2.menyediakan kipas sesuai denga kebutuhan.yang diperlukan ayam dengan luas kandang tertentu sehingga pemenuhan kebutuhan ayam akan udara yang baik bias terpenuhi

3.membat kesepakatan antara perusahaan dengan warga penduduk supaya sampah  berada pada di pemukiman pendududk tidak di bakar.

v  Pembahasan

1.Tata letak kadang ayam broiler di PT Ciomas Adi Satwa di Tempeh Lor itu sangat ideal karena sudah memenuhi syarat – syarat mendirikan kandang tetapi kurang diperhatikan pada atap kandang banyak yang bocor dikarenakan usia kandang sudah cukup lam

2.Pergantian uadara satu kali per menit berguna untuk mengurangi panas yang di hasilkan ayam di dalam kandang jika pergantian udara tidak cepat akan menghasilkan temperature yang nyata antara bagian depan dan belakang kandang perbedaan temperature ini menyebabkan udara yang panas akan berpindah ke dalam kandang ayam.

3.Loksi pendirian usaha peternakan ayam broiler di PT CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR. Lokasi peternakan ini sangat cocok digunakan sebagai tempat pemeliharaan aym broiler tetapi kurang ideal bagi kehidaupan ayam broiler karena dekat dengan pemukiman penduduk. Untuk lokasi yang baik adalah loksi yang jauh dari pemukiman penduduk,karena dapat menghindari setres dan penyakit akibat hewa – hewan piaraan penduduk.

 

 

 

 

 

 

2.Struktur bangunan

v  Permasalahan

Adapun permasalahan tentang struktur bangunan yang terjadi di PT ADI SATWA di TEMPEH LOR antara lain :

1.Tidak adanya tempat untuk peralatan seperti tempat minum,pakan,dan lain-lain. Sehingga ketika sudah selesai pemakaiannya di taruh begitu saja dan tidak memikirkan kerusakan yang terjadi.

2.Gudang pakan sering timbul kebocoran karena kurangnya perhatian akan atap yang bocor.

3.Tidak adanya gudang untuk oakan sehinga pakan di kumpulkan  menjadi satu dengan tempat karyawan kandang bertewduh

4Tidak adanya ruang untuk penyimpanan obat – obatan dan vitamin.

5.Tidak adanya pengawasa tentang penempatan hewan pembawa penyakit pada atap kandang yang terbuat dari welit.

v  Penanganan

Sedangkan penanganan tentang struktur bangunan yang dilakukan di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah antara lain :

1.Menyediakan tempat untuk peralatan supaya ketika mau di gunakan pemeliharaan tidak kebingungan dan tidak cepat rusak.

2.Penentuan bahan atap khusus untuk gudang pakan kelembaban, kemasukan air akibat hujan ataupun kelebihan panas.

3.Menyediakan gudang tempat pakan supaya pakan tidak di jadiakan satu dengan tempat karyawan.

4.Membangun atau menambah ruang untuk penyimapanan obat-obatan dan vitamin, supaya dalam memilih obat dan vitamin yang digunakan tidak bercampur antara satu dengan yang lain.

5.Pemakaian bahan baku tertentu yang diletakkan di bawah welit sebagai pelindang dari hewan pembawa penyakit untuk penempatan sarangnya.

v  Pembahasan

Kandang panggung merupakan bentuk kandang yang bisa mengatasi temperature panas. Danb cocok dibangun di dataran yang rendah atau berawa. Konstruksi rangka kandang dapat dibuiat dari kayu, bambu. Kelebihan kandang system panggung yaitu sirkulasi udara dalam kandang berjalan dengan baik dibandingkan dengan system postal. Sirkulasi udara bisa datang dari bawah dan samping kandang. Sehingga pergerakan dalam kandang berjalan dengan lancar. Temperature di dalam kandang akan lebih rendah dan ayam akan lebih nyaman.

Lantai kandang harus berlubang dan slat yang dibuat dari kayu atau bambu dengan jarak sekitar 5 cm yang bertujuan agar udara bias masuk dari sela-sela lantai.tinggi penompang kandang, kaki kandang berfariasi tergantung dari kondisi daerahnya. Namun diusahakan tinggi kaki kandang tersebut membuat ayam bergerak bebas ketika membersihkan kotoran dan tinggi kaki kandang 1,5 m lebar 3m dengan panjang kandang 50 m dan atap kandang menggunakan monitor.

Dan tempat untuk peralatan kandang ataupun gudang tempat pakan haruslah ada pada setiap perusahaan ataupun mitra. Utnuk memudahkan pengambilan dan keamanan.

Sedangkan tempat penyimpanan obat-obatan dan vitamin ini sangatlah penting. Karena ini menyangkut kesehatan ayam apabila tempat penyimpanan tersebut tidak disimpan atau berserakan. Maka obat-obatan dan vitamin akan terkena penyakit dan ayam tersebut akan terserang penyakit akibat menaruh obat dan vitamin sembarangan.

 

 

 

 

Adapun konstruksi kandang ayam broiler di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR yang berada di kandang dua yaitu sebagai berikut :

 

Tabel D : ukuran luas , tinggi, pintu, kipas.

Kandang Keterangan Ukuran Jumlah
 

 

II

 

 

Luas kandang

Tinggi ruangan kandang

Ukuran pintu

kipas

P x l (50 m x 8 m)

160 cm

L x t (100 cm x 187 cm)

-

-

-

1

3

 

 

C. PERSIAPAN DOC IN

  1. Menyalakan brooder dan menstabilkan suhu di dalam kandang

v  Permasalahan

  1. Kompor pemanas sering terjadi kerusakan sehingga suhu di dalam kandang tidak stabil

v  Penanganan

  1. Mebenahi kompor yang rusak supaya ketika DOC datang suhu di dalam kandang stabil.

v  Pembahasan

Menyalakan brooder (pemanas) adalah salah satu factor yang paling utama karena pemanas untuk DOC sangat penting. Tujuannya untuk menghangatkan DOC bukan hanya itu pemanas juga berfungsi untk menumbuhkan bulu ayam.

Pemanas sebaiknya dinyalakn 4 jam sebelum DOC datang. Agar suhu di sekitar lingkuangan sudah hangat dan merata. Temperature yang diperlukan untuk DOC bisa diukur denan menggunakan thermometer yang diletakkan sekitar 5 cm di atas permukaan sekam.

  1. Mempersiapkan peralatan yang dipakai apbila DOC datang seperti : timba, air gula, susu skim.

v  Permasalahan

Adapun permasalaan yang trjadi di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR pada waktu kami melakukan prakerin adalah kurangnya tiimba dan gayung untuk proses pemberian minum.

v  Penanganan

Untuk penangana dalam kekurangan timba danm gayung perusahaan atau peternak mengeluarkan biaya utuk peralatan yang kurang. gunanya untuk memperlancar proses pemberian minum.

v  Pembahasan

Pada pemeliharaan ayam broiler peralatan ini sangat penting karena peraltan tersebut juga factor keberhasilan dari suatu pemeliharaan.maka dari itu, sebelum pemeliharaan, harus memenuhi kebutuhan yang dipakai untuk pemeliharaan yang baik itu dari segi bahan ataupun dari segi pemeliharaan.

  1. mempersiapkan pakan

v   permasalahan

-

v   penanganan

-

v   pembahasan

Pada persiapan pakan untuk diberikan kepada DOC di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR ini sudah siap atau tidak ada hambatan karena sebelum DOC datang itu sudah siap sehingga pada persiapan pakan itu tidak ada permasalahan.

E. MANAJEMEN DOC IN PADA MASA AWAL STATER

Adapun hal-hal yang dilakukan pada DOC in masa awal periode stater adalah sebagai berikut :

  1. Pemberian pakan
  2. Pemberian air minum
  3. Pengaturan suhu
  4. Penanganan ayam mati.

KETERANGAN

  1. Pemberian pakan

v  Permasalahan

-

v  Penanganan

-

v  Pembahasan

Pada pemberian pakan di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR ini dilakukan secara betahap yaitu dilakukan 5 kali sehari. Dimulai pada umur 1-4 hari. Yang ditaburkan diatas tempat pakan (feeder tray). Sdikit demi sdikit dan ditaburkan di atas Koran tujuannya supaya ayam makan semua. Cara pengecekan ayam makan atau tidak adalah dengan cara menangkap anak ayam yang paling pinggir lalu meraba tembolok.

  1. Pemeberian air minum

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi pada pemberian air minum ketika kami melakuka prakerin adalah kurang hati-hatipada diri karyawan dalam pemberian air minum dengan cara pengocoran. Sehingga air tesebut banyak yang tumpah kebagian alas Koran sehingga liter menjadi basah.

v  Penanganan

Memberi wawasan kepada karyawan supaya hati-hati dalam pemberian air minum.

v  Pembahasan

Pada pemberian air minum di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR ketika berumur 1 hari itu dengan cara dikocor tujuannya supaya air yang bercampur obat itu cepat habis.

  1. pengaturan suhu

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah tidak adanya alat pengatur suhu sehingga karyawan kesulitan untuk mengontrol suhu dalam kandang.

v  Penanganan

Menyediakan alat pengatur suhu supaya suhu yang ada di dalam kandang bias di ketahui.

 

v  Pembasahan

Untuk menentukan temperature yang ideal di dalam kandang maka biasanya dilakukan dengan cara memperhatikan tingkah laku DOC sebagai berikut :

  1. DOC menjauh dari pemanas, berarti temperature telalu panas
  2. DOC mendekati pemanas, berarti suhu di dalam kandang terlalu dingin.
  3. DOC aktif dan menyebar, berarti suhu di dalam kandang ideal.
  4. DOC berada dalam satu sisi dan bergerombol ada hembusan angina yang masuk kesatu arah.

 

 

 

  1. Penanganan ayam mati

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi adalah pada umur satu hari ada yang mati dengan jumlah 5 ekor yang disebabkan stress karena kepanasan.

v  Penanganan

Adapun penanganan yang dilakukan di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah dengan cara di bakar dengan tujuan supaya penyakit tidak timbul lagi.

v  Pembahasan

Beberapa cara penanganan ayam mati yang baik menuut prosedur antara lain :

  1. 1. Dibakar adalah salah satu cara yang paling baik untuk mengindari adanya suatu penyakit pada ayam mati tersebut.
  2. 2. yang sering dilakukan oleh peternak dalam penanganan ayam mati adalah dengan cara ditanam (kubur).

G. MANAJEMEN PEMELIHARAAN PRIODE STATER

Kegiatan yang harus dilakukan pada pemeliharaan ayam broiler priode stater adalah sebagai berikut :

  1. 1. Menyalakan pemanas.
  2. 2. Pemberian air minum
  3. 3. Pemberian pakan
  4. 4. Vaksin
  5. 5. Mengatur temperature kandang
  6. 6. Mennganti tempat pakan
  7. 7. Pelebaran chick guard
  8. 8. Mengatur keadaan liter
  9. 9. mengatur penerangan

10. Kontrol pertumbuhan (penimbangan)

11. Pelebaran tirai dalam

12. Greeding

13. tirai dalam

 

KETERANGAN

 

  1. Menyalakan pemanas

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi ketika menyalakan pemanas antara lain :

  1. Pamanas yang berbentuk semawar tidak menyala disebabakan tesumbat pada lubang pemanas.
  2. Keluar asap yang sangat banyak dari lubang pemanas sehingga di dalam kandang tidak terkkontrol.
  3. Kurang hati-hati dalam bekerja dalam mengganti derigen kederigen yang kecil. Sehingga banyak solar yang jatuh ke alas sekam.

 

v  Penanganan

Sedangkan penanganannya ketika menyalakan pemanas adalah sebagai berikut :

  1. Membenahi kompor yang tidak normal menyalanya dan membersihakan bagian lubang kompor yang tidak menyala.
  2. Membuka tirai dalam supaya asap yang ada di lokasi pemanas keluar.
  3. Memberi wawasan pada karyawan supaya berhati-hati dalam mengganti derigen.

 

 

v  Pembahasan

Pemanas sebaiknya dinyalakan kurang lebih 4 jam sebelum DOC datang. Tujuannya agar suhu di dalam kandang serta dalam brooding normal dan telah memenuhi kebutuan suhu DOC. Pada kandang system panggung pemanas di nyalakan pada siang dan malam pada umur 1-4 hari. Dikarenakan atap kandang menggunakan welit sehingga apabila kepanasan di dalam kandang suhunya tetap dingin.

 

  1. Pemberian air minum

v  permasalahan

adapun permasalahan yang sering terjadi dalam pemberian air minum adalah antara lain :

  1. tidak stabilnya tempat minum otomatis dikarenakan tempat minum otomatis selalu seret sehingga tempat minum kebanyakan air dan mengakibatkan tumpah ke alas sekam.
  2. Sering tidak adanya air di tempat minum disebabkan kurang pengontrolannya.

v  Penanganan

  1. Membenahi tempat minum otomatis supaya di tempat minum tidak terlalu banyak air dan tidak mengakibatkan tumpah pada sekam.
  2. Memberi wawasan kepada karyawan supaya pengontrolannya tentang air minum sering dilakukan setiap hari.

v  Pembahasan

Pemberian air minumdi PT CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah diberikan secara tersedia yang menggunakan tempat minum otomatis. Pemberian vitamin dan obat-obatan (anti biotic) disesuaikan dengan program pemeliharaan atau program kesehatan yang direkomendasikan oleh perusahaan.

 

  1. pemberian pakan

v  permasalahan

adapun permasalahan yang terjadi dalam pemberian pakan adalah terlalu banyak dalam pemberian pakan.sehingga nafsu makan ayam berkurang dan akibatnya banyak pakan yang ada di tempat pakan tidak di makan.

v  Penanganan

Dalam pemberian pakan karyawan haurs diberi wawasan supaya dalam memberi pakan tidak terlalu banyak. Agar nafsu makan ayam tinggi dalam pakan yang ada di tempat pakan habis termakan.

v  Pembahasan

Pada pemberian pakan di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah melakukan secara bertahap yang dengan tujuan supaya pakan diproduksi itu cepat dan pakan tersebut tidak banyak terbuang.

  1. vaksin

v  permasalahan

adapun permasajlahan yang terjadi di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah antara lain :

  1. kurang hati-hati dalam pemvaksinan pada ayam sehingga vaksin tercecer pada sekam.
  2. Terjadinya hujan pada waktu pemvajsinan sehingga di dalam kandang banyak terjadi kebocoran.

v  penanganan

  1. Harus hati-hati dalam pemberian vaksin agar tidka tercecer pada bagian sekam, apabila tercecer maka akan mengakibatkan virus.
  2. Membenahi atap yang bocor pada supaya tidak terjadi pada priode yang akan datang.

 

v  Pembahasan

Vaksinasi adalah pemberian antigen untuk merangsang system kekebalan dan untuk menghasilkan anti body (zat kebal) terhadap penyakit yang sesuai dengan jenis vaksinnya.

Vaksin adalah mikroorganisme (virus, bakteri, maupun protozoa) yang dilemahkan atau dimatikan dan apabila diberiakan pada hewan dapat merangsang pembentukan anti body yang dapat melindungi hewan dari serangan penyakit sesuai dengan vaksinnya.

Vaksin ini bermacam-macam jenisnya dan di lakukan dengan cara berbeda yaitu :

VAKSIN YANG DIGUNAKAN

1)      VAKSIN MY VAC 102 (TETES MATA)

Vaksin my vac 102 di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR di lakukan pada umur 14 hari dengan tujuan memberiakan perlindungan pada ayam dimana penyakit atau virus my vac 102 masuk melalui mata, hidung, mulut. Vaksin ini di lakukan pada malam hari dengan tujuan menghindari panas matahari dan vaksin pada suhu tinggi.

2)      VAKSIN GOMBORO (IBD V 877)

Vaksin gomboro di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR dilakukan pada umur 14 hari. Vaksin diberi melalui air minum dengan cara dikocor dengan tujuan memberikan kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit gomboro.

 

  1. Mengatur temperature kandang

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi dalam mengatur temperature kandang adalah suhu di dalam kandang yang terlalu panas. Karena di dalam kandang ayam terlalu padat dan tidak dipercepat pelebaran chick guard sehingga kedaaan ayam megap-megap karena kepanasan.

v  Penanganan

Mempercepat pelebaran chick guard supaya ayam di dalam kandang tidak terlalu padat dan tidak menimbulkan ayam mati karena stress.

v  Pembahasan

Menentukan temperature yang ideal dapat dilakukan dengan cara memperhatikan tingkah laku DOC seperti berikut :

  1. DOC mejauh dari pemanas, berarti temperature terlalu panas
  2. DOC mendekati pemanas, berarti temperature terlalu dingin
  3. DOC aktiv dan menyebar berarti temperature ideal
  4. Mengganti tempat pakan

v   Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi dalm mengganti tempat pakan adalh antara lain :

  1. Tidak adanya kawat (dikarenakan hilang) penghubung antara lepean dengan lubang tempat pakan
  2. Kotorya tempat pakan yang digunakan dalam pemeliharaan di karenakan tidak ada tempat untuk peralatan
  3. Banyaknya tempat pakan yang pecah dikarenakan kurang hati-hati dalam penyimpanannya.

v   Penanganan

Sedangkan penanganan yang dilakukan dalam mengganti tempat pakan antara lain :

Menganti kawat penghubung yang rusak dengan yang baru.

Membersihkan tempat pakan yang mau digunakan dalam pemeliharaan

Mengganti tempat pakan yang pecah dengan tempat pakan yang baru

 

v   Pembahasan

Tempat pakan feeder tray diganti dengan tempat pakan feeder chick dengan cara bertahap yaitu mulai berumur 4 hari-7 hari. Lalu umur 10 hari dipasang semua total (100%) dengan menggunakan gantungan sampai pemanenan.

  1. Pelebaran chick guard

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi dalam pelebaran chick guard adalah antara lain :

  1. Tidak adanya pengukuran dalam pelebaran chick guard sehingga kandang chick guard terlalu pendek dan terlalu panjang.
  2. Kurangya jepitan atau penyambung antara seng yang satu dengan yang lain sehingga chick guard mudah roboh.

v  Penanganan

Sedangkan penanganan yang harus dilakukan dalam pelebaran chick guard adalah antara lain :

  1. Diukur terlebih dahulu sebelum pelebaran chick guard dilakukan supaya luas yang dibutuhkan ayam bias di ketahui.
  2. Menyediakan jepitan atau penyambung yang banyak agar pada waktu pelebaran tidak ada kekurangan.

v  Pembahasan

Pelebaran chick guard dalam pemeliharaaan ayam broiler masa awal hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup ayam. Tujuan pelebaran adalah antara lain :

Untuk mengurangi kepadatan ayam Karena tubuh ayam semakin besar.

Untuk mengurangi suhu panas yang dipantulkan oleh seng.

Supaya udara di dalam kandang tidak terlalu panas yang diakibatkan padatnya ayam.

  1. Mengatur keadaan liter

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi adalah keadaan liter yang menggumpal dan basah dapat menimbulkan tingginya kandungan amoniak dalam kandang dan  menjadi sumber penyakit pada ayam.

v  Penanganan

Melakukan pengambilan liter yang menggumpal dan basah kemudian diganti dengan liter yang baru supaya ayam merasa nyaman.

v  Pembahasan

Liter yang digunakan di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah sekam dengan ketebalan ± 5-8 cm. Dengan kandang system panggung keadan liter harus kering dan bersih. Liter yang basah dan menggumpal harus cepat diganti karena dapat meningkatakan amoniak yang tinggi.

  1. Mengatur penerangan

v  Permasalahan

  1. Kurangnya lampu dalam kandang diakibatkan banyak yang mati.
  2. Sering matinya lampu (mati lampu) diakibatkan tegangannya tidak kuat karena ada sebagian penduduk yang mengambil tegangan dari kandang.

v  Penanganan

  1. Menamabah lampu yang kurang supaya ayam di dalam kandang lebih mudah untuk makan dan minum.
  2. Menambah tegangan listrik dan memisah antara penduduk dalam kandang supaya lokasi kandang tidak sering terjadi mati lampu.

 

 

 

 

v  Pembahasan

Penerangan yang dilakukan di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah penerangan seharian penuh (siang dan malam lampu dihidupkan). Pada umur 1-7 hari penerangan dilakukan seharian tetapi pada siang hari pemanas dihidupkan 1-4 hari.

10.  Control pertumbuhan (penimbangan)

v   Permasalahan

-

v   Penanganan

-

v   Pembahasan

Tujuan pengontrolan petumbuhan pada ayam broiler adalah untuk memperoleh kelompok ayam yang seragam dan merata karena pertumbuhan yang normal dan mulus sekaligus mengetahui pertumbuhan bobot badan harian dan membandingkannya dengan standart berat yang direkomendasikan oleh perusahaan, dan mengetahui peningkatan IP dan FCR.

11.  Pelebaran tirai dalam

v   Permasalahan

Adaapun permasalahan yang terjadi dalam mengatur serkulasi udara adlaah antara lain :

  1. Kondisi kipas yang sudah tidak cepat berputar.
  2. Tidak dihidupkannya semua kipas di dalam kandang dikarenakan kalau dihidupakan semua tegangan listriknya tidak kuat dan akan mengakibatkan mati lampu.

v   Penanganan

  1. Membenahi kipas yang berputarnya lambat dengan cara mengganti dynamo mesin penggerak kipas.
  2. Menambah tegangan listrik supaya pada waktu menghidupakan kipas tidak terjadi mati lampu.

v   Pembahasan

Pada pemeliharaan ayam broiler system kandang panggung, kipas angin tidak terlalu penting. Kipas angin digunakan pada waktu priode finisher dan pada waktu suhu tinggi dan amoniak tinggi saja.

12.  Greeding

v   permasalahan

Adapun permasalahan yang terjajdi di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah antara lain :

  1. Tidak adanya pemisahan antara yang kerdil dan yang normal.
  2. Karyawan dalam menyeleksi ayam tidak secara rutin.

v   Penanganan

  1. Memisahkan ayam yang kerdil dengan yang normal supaya yang normal menjadi strain yang baik

v   Pembahasan

Greeding adalah pengelompokan ayam menhjadi beberapa kelompok sesuai dengan standart berat setiap strain ayam. Anak ayam yang kecil dipisahkan tersendiri dan diberi perlakuan khusus sehingga berat badannya bias mengejar berat anak ayam yang besar. Perlakuan khusus untuk anak ayam yang memiliki pberat badan rendah adalal pemberian vitamin secara terus menerus, pemberian pemanas lebh lama, sring untuk membangunkan anak ayam untuk makan, dan mengurangi perbandingan tempat pakan dan minum dengan anak ayam.

Dengan adanya greeding ini dilakukan secara rutin setiap hari sejaak minggu pertama. Diadakannya greeding dengan tujuan untuk memisahkan anak ayam yang kerdil, kaki kering, dan kaki bengkok.

 

13.  Tirai dalam

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi dalam pelebaran tirai dalam adalah antara lain:

  1. Tidak diukurnya tirai dalam pada waktu pelebaran dilakukan
  2. Tirai dalam yang kurang efisien karena tirai yang digunakan banyak yang bocor sehingga ketika ada hujan di dalam kandang terjadi kebocoran.

v  Penanganan

  1. Mengukur ketika diadakan pelebaran tirai dalam supaya ayam terpenuhi dalam kebutuhannya.
  2. Menyediakan tirai yang baik supaya ayam di dalam kandang tidaka ada kendala apapun.

v  Pembahasan

Tujuan pelebaran tirai dalam adalah antara lain :

  1. Supaya ayam tidak terlalu padat
  2. Untuk mengatur temperature yang sumbernya dari pemanas.
  3. Supaya panas yang dikeluarkan oleh semawar tidak keluar.

 

 

H. MANAJEMEN TRANSISI PRIODE STATER –FINISHER

Kegiatan yang dilakuakan pada manajemen tranisi stater-finisher adalah antara lain :

  1. Penggantian sekam
  2. Penanganan feses
  3. Pelepasan pemanas

 

KETERANGAN

  1. Penggantian sekam

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang tejadi dalam penggantian pakan adalah antara lain :

  1. Sekam yang basah tidak langsung diganti dengan sekam yang baru seingga di dalam sekam terdapat ulat-ulat kecil
  2. Dalam pengantian sekam, karyawan kurang hati-hati sehingga sekam banyak yang jatuh ke tempat minum dan pakan.

v  Penanganan

Sedangkan penanganan yang harus dilakuakan adalah :

  1. Sekam yang basah harus segera diganti, karena akan menimbulkan bibit penyakit, banyak ulat kecil, dan bau amoniak yang tinggi.
  2. Memberi wawasan kepada karyawan dalnm melakuakan kegiatan, supaya sekam yang akan diganti tidak jauh ke tempat minum dan pakan.

v  Pembahasan

Penggantian sekam di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR pada masa transisi stater finisher dilakukan secara bertahap, bertujuan supaya ayam terasa nyaman dan untuk mengantisipasi sekam yang basah supaya tidak di tempati ulat-ulat kecil lagi waktu masa akan pemanenan maka dari itu diadakan penggantian sekam.

  1. penanganan feses

permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah antara lain :

Kurngnya peralatan untuk memasukkan feses ke dalam sak seperti skrop sehingga tidak terlalu cepat dalam penanganannya

Feses tidak cepat diganti sehingga terlalu banyak kotoran yang menumpuk dan banyak kotoran yang tercampur dengan air dikarenakan tempat minum ang kurang baik.

penanganan

  1. Menambah peralatan yang kurang supaya mempercepat memasukkan feses ke dalam sak
  2. Mempercepat penanganan feses supaya tidak terlalu banyak kotoran yang menumpuk

Pembahasan

Penanganan feses ini bertujuan untuk mengurangi amoniak yang tinggi dan mengurangi bibit penyakit yang akan timbul.

  1. Pelepasan pemanas

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi dalam pelepasan pemanas adalah sebagai berikut :

  1. Karyawan kurang hati-hati dalam pelepasan pemanas sehingga ayam dlam kandang terganggu.
  2. Pemanas yang sudah dilepas dicuci dan penyimpanan untuk peralatan tidak ada sehingga pemanas ditaruh di depan kandang begitu saja.

v  Penanganan

Memberi wawasan kepada karyawan agar dalam pelepasan pemanas hati-hati supaya ayam di dalam kandang tidak terganggu

Mencuci terlebih dahulu supaya tidak terlalu kotor dan menyediakan gudang untuk tempat peralatan, supaya peralatan yang sudah dipakai ditaruh di gudang.

v  Pembahasan

Pada pelepasan pemanas ini sangat penting karena apabila pemanas yang berbentuk semawar itu tempaat minyak atau solarnya tetap di atas maka kemungkianan jatuh atau tumpah akibat terkenanya aktivitas peternak dalam sehari-hari. Untuk menghindari hal-hal di atas, kita harus disiplin dalam melakukan pemeliharaan.

I. MANAJEMEN PRIODE FINISHER

Pada prinsipnya manajemen priode finisher secara keseluruhan sama dengan pemeliharaan masa awal. Namun yang membedakan pada manajemen ini adalah pemberian pakan, waktu pemberiannya, dan pakan yang diberikan. Dalam manajemen pemeliharaan masa finisher, kita harus selalu mengontrol yemperature dalam kandang. Dengan melakukan pemasangan kipas angin dan mengurangi aktivitas peternak di dalam kandang,Karen ayam sudah besar.

Kegiatan yang dilakukan pada priode finisher di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adlah antara lain :

  1. Pemberian pakan
  2. Pemberian minum (vitamin dan obat)
  3. Mengatur sirkulasi udara (tirai dan kipas angin)
  4. Penanganan ayam mati (terjepit)
  5. Pelepasan chick guard
  6. Pemindahan ayam
  7. Mengattur penerangan
  8. Penanganan feses
  9. Pencucian tempat minum

10.  Pelepasan sekam

11.  Penanganan atap bocor

12.  Greeding

 

 

 

KETERANGAN

1        Pemberian pakan

v  Permasalahan

  1. Karyawan kurang hati-hati dalam pemberian pakan dan kebanyakan di dalam pemberian pakan akhirnya, pakan banyak yang tumpah
  2. Telatnya karyawan di dalam pemberian pakan sehingga ayam kekurangan pakan akibatnya ketika karyawan sedang melakuakan kegiatan kakinya di patuk dengan paruhnya.

v  Penanganan

  1. Membri wawasan kepada karyawan supaya hati-hati dalam pemberian pakan agar pakan tidak jatuh atau tumpah.
  2. Memberi wawasan kepada karyawan agar dalam pemberian pakan tidak telat, karena akan berdampak pada bobot ayam.

v  Pembahasan

Tujuan di dalam pemberian pakan adalah untuk mempercepat bobot badan ayam supaya dalam pemanenannyalebih cepat.

Pada pemeliharaan ayam broiler masa finisher pemberian pakan diberikan 2 kali sehari. Yaitu pagi dan sore dengan jenis pakan yang diberikan yaitu SB-11, pada umur 1-panen. Dalam pemberian pakan jumlah pmberiannya sesusai dengan rekomendasi perusahaan.

2.   Pemberian minum (vitamin dan obat)

v  Permasalahan

Adapun permasalahan di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah sebagai berikut :

  1. Kurangnya pengontrolan pada malam hari sehinga di tempat minum tidak ada air.
  2. Pada umur 25-panen ayam tidak di beri vitamin dikarenakan vitaminnya sudah habis.
  3. Kurang tingginya tempat minum sehingga banyak ayam tidak bias berdiri diakibatkan ketika ayam minum ayam sambil duduk.

v  Penanganan

  1. Melakukan pengontrolan pada malam hari agar di tempat minum selalu tersedia air.
  2. Menyediakan vitamin lebih banyak supaya ayam tidak kekurangan vitamin.
  3. Meninggikan tempat minum diukur dengan pertumbuhan sayap supaya ayam ketika minum tidak duduk.

v  Pembahasan

Pemberian air minum di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR pada umur 19 hari. Ayam diberi obat alami yaitu daun sirih, kunyit, temu ireng. Tujuan dari pemberian tersebut adalah kunyit untuk kekebalan tubuh dan pemerahan pada jengger, temu ireng untuk nafsu makan ayam udan sirih sebagai pengharum dan membersihkan lender-lendir yang ada di mulut ayam supaya tidak mengalami penyakit ngorok. Sebelum obat tersebut diberiakan ayam dipuasakan selama 2 jam agar ayam nafsu untuk minum.

3.   Mengatur sirkulasi udara (tirai dan kipas angin)

v  Permasalahan

Adapunpermasalahan yang terjadi di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR antara lain :

  1. Kondisi kipas yang tidak cepat berputarnya atau lambat dikarenakan kipas yang digunakan sudah rusak.
  2. Kurangnya kipas angin di dalam kandang sehingga udara atau suhu di dalam kandang tidak stabil.

 

 

 

v  Penanganan

  1. Memebenahi kipas yang berputarnya lambat dengan cara mengganti dynamo pada mesin penggerak kipas.
  2. Menambah kipas angin di dalam kandang supaya suhu di dalam kandang stabil.

v  Pembahasan

Tujuan dari kipas angin adalah untuk mengurangi suhu yang terlalu panas supay ayam di dalam kandang tidak megap-megap dang mengurangi bau amoniak yang terlalu tinggi supaya tidak berdampak pada ayam yang dipelihara.

Pada priode finisher bulu ayam ini semakin lama semakin tebal. Dan kebutuhan suhu semakin tinggi. Maka dqari itu, pada priode finisher waktu umur 19-25 hari kipas angin dihidupkan waktu pagi-sore sedangkan pada umur 26-40 hari kipas dihidupkan siang dan malam.

4.   Penanganan ayam mati (terjepit)

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi Di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah antara lain :

  1. Kurangnya pengontrolan pada malam hari sehingga ayam banyak yang terjepit dan mati.
  2. Kurang cepat pada diri karyawan ketika menangani ayam yang terjepit.

v  Penanganan

  1. Di lakukan pengontrolan pada malam hari supaya yam yang terjepit langsung ditangani.
  2. Memberi wawasan kepada karyawan agar ketika ayam terjepit langsung ditangani supaya tidak terjadi kematian.

v  Pembahasan

Ada beberapa cara dalam penanganan ayam mati yang baik menurut prosedur antara lain :

  1. Dibakar adalah salah satu cara yang paling baik untuk menghindari adanya suatu penyakit pada ayam mati tersebut.
  2. Yang sering dilakukan dalam penanganan ayam mati oleh peternak adalah dengan cara di tanam (dikubur).

5.   Pelepasan chick guard

v  Permasalahan

-

v  Penanganan

-

v  Pembahasan

Bertujuan agar ayam di dalam kandang tidak terlalu padat dan suhu di dalam kandang tidak terlalu tinggi yang  diakibatkan oleh seng.

6.   Pemindahan ayam

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi di PT. CIOMAS ADI SATWA diTEMPEH LOR adalah antara lain :

  1. Tempat minim dan tempat pakan tidak di ambil terlebih dahulu, sehingga karyawan kesusahan dalam penangkapanya.
  2. Ayam tertimpa keranjang dikarnakn karyawan kurang hati-hati didalam penaruhan keranjang.

v  Penanganan

  1. Tempat minum dan tempat pakan diambil terlebih dahulu supaya karyawan lebih mudah dalam penangkapan.
  2. Memberi wawasan kepada karyawan supaya hati-hati didalam penaruhan keranjang.

 

 

v  Pembahasan

Tujuan dalam pemindahan ayam adalah agar ayam didalam kandang tidak terlalu padat dan suhu didalam kandang stabil.

7.   Mengattur penerangan

v  Permasalahan

Adapun yang terjadi didalam mengatur penerangan adalah antara lain :

  1. Sering mati lampu dikarnakan tegangan listriknya tidak kuat.

v  Penanganan

a.   menambah tegangan listrik agar didalam kandang tidak mati lampu.

 

v  Pembahasan

Penerangan yang dilakukan di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah perangan pada masa ini dilkukan atau dihidupkan pada sore sampai pagi dan apabila cuaca mendung maka penerangan segera dihidupkan meskipun waktunya belum sampai waktunya.

  1. Penanganan feses

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi adalah pada priode ini feses tidak dijual kepedangang dan feses juga tidak segera dibuang sehingga bau amoniaknya terlalu tinggi.

v  Penanganan

Feses harus segera di buang atau di jual ke pedagang supaya bau amoniaknya tidak terlalu tinggi dan dan mengakibatkan ayam ngorok.

v  Pembahasan

Tujuan penanganan feses adalah agar kotoran yang dikeluarkan ayam tidak terlalu banyak dan bau amoniak akibat kotoran tersebut tidak terlau tinggi.

9.   Pencucian tempat minum

v  Permasalahan

Adapunpermaalahan yang terjaaadi di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah antara lain :

  1. Karyawan kurang hati-hati dalm mencuci tempat minum otomatis sehingga airnya banyak yang jatuh kekotoran
  2. Terlalu cepat dalam mencuci tempat minim otomatis sehingga tempat minum masih ada lendir-lendir.
  3. Alat yang digunakan sebagai alat tempat air minum kurang baik sehingga mudah kotor.

v  Penanganan

  1. Memberi wawasan kepada karyawan supaya hati-hati di dalam mecuci temnpat minum otomatis agar airya tidak jatuh ke kototoran.
  2. Dalam mencuci tempat minum otomatis kita hati-hati agar tempat minum tidak berlendir.
  3. Menggunakan semacam kaos sebagai penggosok supaya bersih.

v  Pembahasan

Pencucian tempat minum otomatis bertujuan sgsr tempat minum tidak kotor dan berlendir dikarnakan kalau kotor atau berlendir menyebabkan penyakit coly pada ayam.

Pencucian tempat minum otomatis di8 PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah dilakukan secara rutin yaitu pagi dan sore.

10. Pelepasan sekam

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yanbg terjadi di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah antara lain :

  1. Di dalam pengambilan amparan karyawan kurang hati-hati sehingga ayam banyak yang terjepit.
  2. Mengambil sekam pada siang hari sehingga ayam banyak yang megap-megap dan stress.

v  Penanganan

  1. Memberi wawasan kepada karyawan supaya hati-hati dalam pengambilan sekam agar tidak ada ayam yang terjepit.
  2. Mengambil sekam pada pagi hari supaya suhu8 di dalam kandang tidak terlalu tinggi dan tidak menyebabkan ayam stress.

v  Pembahasan

Pengambilan sekam bertujuan agar kotoran ayam jatuh ke bawah kandang dan amoniaknya tidak terlalu tinggi dan udara bias masuk dari bawah  kandang.

 

 

 

 

  1. Penanganan atap bocor

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah antara lain : Tidak adanya pengaman di dalam kandang sehingga air langsung jatuh ke bawah dan tercampur dengan pakan.

v  Penanganan

Memberi pengaman di dalam kandang semacam plastic ataau terpal supaya air hujantidak langsung jatuh ke bawah dan mengenai pakan.

v  Pembahasan

Atap merupakan bagian kandang yang berperan langsung terhadap cuaca luar seperti terik matahari dan hujan. Di daerah tropis pemilihan bentuk dan atap kandang menjadi sangat penting untuk diperhatikan karena akan menentukan lingkungan internal kandang terutama suhu  dan kelembaban serta pencahayaan. Dari banyaknya pilihan bahan atap, welit menjadi pilihan terbaik dikarenakan bahan tersebut bias menahan temperature panas dan kelemahannya bahan tersebut cepat rusak atau rapuh.

12. Greeding

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi adalah ayam yang kerdil, terjepit dijadikan dengan ayam yang normal.

v  Penanganan

Sebaiknya ayam yang kerdil, terjepit itu di sekat atau disenirikan dengan ayam yang strainnya bagus.

v  Pembahasan

Greeding adalah pengelompokan ayam menhjadi beberapa kelompok sesuai dengan standart berat setiap strain ayam. Anak ayam yang kecil dipisahkan tersendiri dan diberi perlakuan khusus sehingga berat badannya bias mengejar berat anak ayam yang besar. Perlakuan khusus untuk anak ayam yang memiliki pberat badan rendah adalal pemberian vitamin secara terus menerus, pemberian pemanas lebh lama, sring untuk membangunkan anak ayam untuk makan, dan mengurangi perbandingan tempat pakan dan minum dengan anak ayam.

Dengan adanya greeding ini dilakukan secara rutin setiap hari sejaak minggu pertama. Diadakannya greeding dengan tujuan untuk memisahkan anak ayam yang kerdil, kaki kering, dan kaki bengkok.

J.MANJEMEN PEMANENAN

v  Permasalahan

Adapun permasalahan yang terjadi di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah antara lain :

  1. Pada waktu pemanenan, pertama yang dilakukan pada sore hari. Pada waktu itu tempat minum dan pakan tidak diambil terlebih dahulu sehingga petugas untuk melakukan pemanenan terganggu.
  2. Kedatangan mobil panen yang tidak pasti, sehingga karyawan kesulitan untuk persiapannya.
  3. Maetnya mobil RPA (Rumah Potong Ayam) di depan kandang dikarenakan tanahanya yang becek sehingga pemanenan terhamabat.
  4. Kurang hati-hati petugas pemanenan di dalam peletakan ayam ke mobil panen sehingga banyak ayam yang stress.

v  Penanganan

  1. Mengambil tempat minum dan pakan terlebih dahulu supaya petugasa untuk melakukan pemanenan tidak terganggu dari peralatan tersebut.
  2. Pemberitahuan kedatangan mobil panen terlebih dahulu kedatangannya secara detail agar karyawan kandang tidak kesulitan untuk persiapannya.
  3. Memperbaiki tanah yang becek supaya ketika ada mobil panen, pakan tidak terganggu atau terhambat.
  4. Memberi wawasan kepada petugas untuk melakukan pemanenan supaya hati-hati dalam meletakkan ayam agar tidak ada ayam yang stress.

 

v  Pembahasan

Ada bebrapa hal yang harus diperhaitkan pada priode panen sebagai berikut :

  1. Sebelum Panen
    1. Membuat jadwal kandang yang akan dipanen sesuai dengan ukuran berat ayam dan letak kandang, serta mempersisapkan tim penangkap sesuai dengan kebutuhan.
    2. Mempersiapkan peralatan panen seperti timbangan, alat tulis, surat jalan, nota timbangan, tali rafiah, keranjang ayam dan sarung tangan.
    3. Mengurangi pemberian pakan agar sisa pakan tidak terlalu banyak. Tujuannya untuk mengurangi tembolok penuh dengan pakan sehingga berat ayam menjadi titik nyata, namun air minum harus tetap tersedia.

2.   Ketika Panen

Aktivitas panen yang dilakukan di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR dilkukan sore hari pukul 16.00 WIB sampai selesai. Dam malam hari pukul 21.00 WIB sampai selesai. Beberapa kegiatan yang dilakukan ketika panen antara lain :

  1. Meninggikan tempat minum dan tempat pakan.
  2. Mematikan lampu.
  3. Memasukkan ayam kedalam keranjang.
  4. Menimbang ayam
  5. Mencatat hasil penimbangan dan jumlah ayam yang ditangkap.

K. MANAJEMEN BERSIH PASCA PANEN.

v  Permalahan

Adapun permasalahan yang terjadi di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah pada pasca pemanenan itu tidak dilakukan pencatatan dan penimbangan pada pakan yang tersisa, sehingga tidak diketahui berapa jumlah pakan yang tersisa.

v  Penanganan

Seharusnya dalam pasca panen itu dilakukan penimbangan sisa pakan dan mencatat jumlah pakan yang ada.

v  Pembahasan

Tujuan dilakukan kegiatan adalah mengumpulkan semua peralatan kandang dan membersihkannya lalu di simpan agar supaya tidak cepat rusak dan selanjutnya, menimbang pakan yang tersedia dan mencatat. Dengan dilakukan perbaikan tersebut, maka bias mempercepat pencucian kandang dengan begitu pencucia bias berjalan dengan lancar.

  1. Menghitung Total Ayam dan Berat Ayam Yang di Jual

Adapun laporan hasil pemanenan pada priode kami mulai kandang I dan II

Yaitu sebagai berkut :

Table : hasil pemanenan di tempeh lor

Kandang Chick in Jumlah ayam yang terjual Tonase
I 3500 3345 7.855,5
II 3500 3350 8.088,3

 

  1. Perhitungan Prestasi Produksi Ayam

Dalam pemeliharaan ayam broiler di PT. CIOMAS ADI SATWA di TEMPEH LOR adalah prestasi produksi ayamnya di simpulakan bahwa dalam proses pemeliharaannya dianggap berhasil. Karena IP yang dihasilkan melebihi dari standart IP yang telah di tentukan oleh perusahaan.